Wellcome Brothers and Sisters!

From the fullness of HIS GRACE we have all receive one blessing after another. (John 1:16)


The LORD is my shepherd, I shall not be in want. (Psalm 23:1)

Tampilkan postingan dengan label Ekspresi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekspresi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Agustus 2010

BELENGGU


Dalam kegelapan, betapa jernih pikiran
Sesak dada dijejali peringatan-peringatan
Telah lama terlena dan keenakan
Patah semangat juang, tak jadi teladan
Menghampiri dosa, Tuan terlupakan

Kelambu sangat rapat, tak seorang tahu
Hati nista berbekas lubang paku
Sesal lambat datang, kesempatan berlalu
Bayang-bayang kutuk sudah memburu
Benarlah bahwa mati lebih baik ketimbang hidup terpasung-terbelenggu

Betapa merindu segera lepas
Namun lagi-lagi jatuh terhempas
Ringkih dan terlalu berat menarik nafas
Beruntung nurani tahu hanya satu Pahlawan Pembebas
Kini tarik tangan ini dari kubangan, Tuan yang di atas!

From MMK Youth Manusia dan Dosa

Kamis, 12 Agustus 2010

Tears in My Dream (Missing You, 160510)


Andai dianugerahi tuk berjumpa muka dengan muka dengan-Nya
Kan kusampaikan, “Betapa rentannya hati yang Engkau anugerahkan pada hamba.”
Di balik kelapangan dan kekuatan yang ditatah oleh gelombang demi gelombang derita
Ada sisi lain yang tak cukup kuat menanggung salah satu konsekuensi dari sebuah cinta…
Itulah ”kehilangan” yang adalah fakta dari dunia fana
Phobia terbesar yang selama ini menghantui jiwa

Itu sebabnya dengan sadar kuakui aku rindu
Aku butuh dirimu ada di hadapan mataku
Memeluk pundakku seperti dahulu
Memperdengarkan suara dengkurmu
Bahkan omelan dan pernyataan marahmu...
Kini terasa lebih merdu dari alunan lagu

Waktu berlalu, usia bertambah, masa hidup pun makin terkikis
Masih tak sanggup hati ini menahan hasrat tangis
Ketika rindu itu datang merayap lalu memutar sebuah mimpi manis
Masih membekas rasa nyaman yang makin menipis
Mata dan kesadaran yang terbuka kemudian membuatnya benar-benar habis
Tuan, saat ini mohon jauhkan hamba dari prejudis

Sebab tak ada maksud jahat ketika Tuan memisahkan kita, Papa
Semuanya sungguh amat baik di tangan-Nya
Sungguh, telah kami lepas engkau dengan rela
Hanya saja, rindu bisa datang dengan tiba-tiba
Mengalirkan air mata dari mimpi hingga ke realita
Tuan, saat ini mohon beri kekuatan untuk menanggungnya

Jumat, 23 Juli 2010

JANGAN BILANG GUA JOROK: Curhatan Syukur untuk Segala Umur (Ga pake lembaga sensor dan sama sekali ga perlu bimbingan orang tua)


Bandung, 22 Juli 2010

Pagi di hari Kamis, coba-coba tuk buka mata yang masih nampak segaris
Karena terlampau berat, terpaksa pake jurus meringis
Yeah, selalu ada peperangan sejak cahaya pertama melewati iris
Namun, kebiasaan yang menang bangkitkan tubuh ini secara otomatis

Kaki lalu melangkah mendekati jendela kaca
Ah, ternyata mentari memang masih malu-malu menggoda
Pantas mata ini masih enggan terbuka
Merem-melek, merem-melek, mengatur penerimaan cahaya di kornea

Itu tak bertahan terlalu lama karena serangan angin pagi, dingin, nan sejuk
Diboncengi aroma ayam goreng tetangga, jadilah hilang kantuk
Kepala tegak tak lagi tertunduk
Sayangnya tak juga kesadaran sepenuhnya takluk

Kebiasaan yang menang kembali menuntun langkah menuju kamar mandi
Biasalah... proses ekskresi-defekasi
Tak disangka, segenap jiwa-raga dikejutkan sebuah sensasi
Dinginnya closet pagi itu menghentak sampai ke hati

Sadar sampai puncaknya, si wild-thought kembali beraksi
Iseng-iseng mengamati dan menikmati
Aroma dan asumsi tak menghalangi
Tanda tanya muncul seputar kehidupan dan memento mori

Ekskresi-defekasi pagi itu menjadi sebuah jejak teologi
Bahwa satu lagi kekelaman telah dilewati
Oleh kesiagaan dan rencana Ilahi
Hingga satu jiwa dapat menapaki sehari

Inikah yang disebut Philip Yancey sebagai menemukan TUHAN tanpa benar-benar mencari?
Oh, kasih karunia selalu datang tak henti
Begitu dekat dalam diri
Pagi hari, siang hari, sore dan malam hari

Dari kedahsyatan semesta hingga sebuah closet jongkok
Please jangan bilang gua jorok!
Jangan pula anggap membawa keagungan dalam sebuah olok-olok!
Bukankah closet berkaitan dengan emergency dan pokok?

Mohon ampun pada-Nya ’tuk jauhi takabur
Bukannya menulis tanpa makna alias ngelantur
Hanya curhatan syukur untuk segala umur
Semoga, oh semoga tak salah bertutur

Keterangan:
Iris = bola mata
Ekskresi = sistem pembuangan zat-zat sisa seperti urine (Buang Air Kecil).
Defekasi = suatu tindakan atau proses makhluk hidup untuk membuang kotoran atau tinja yang padat atau setengah-padat yang berasal dari sistem pencernaan mahkluk hidup (Buang Air Besar).

Jumat, 28 Mei 2010

Aku Berdoa Bagimu... Seandainya?


Putri Gunung, menjelang rembang senja...
Tiada terduga kembali kuteringat dirimu, wahai sobat-sobat mudaku
Bahwa satu tahun dua bulan sudah...
Namun belum dan tak kan pernah cukup apa yang telah kubuat demi cinta
Bahkan sempat kutergoda sejenak ’tuk meletakkan satu mimpi tentangmu

Namun, puji-puja hanya bagi DIA...
Saat ini api itu kembali bergelora
Mendorong, merong-rong ‘tuk lebih tergila-gila mencintai dan menangisi
Sambil bertanya sampai tapal batas mana kuletakkan engkau di hati

Dengan sadar bersama sang HAMBA kucurahkan rasa dan air mata
Seandainya... kau buka mulut dan bernyanyi
Berbunga-bunga hati bersama alunan melodi
Seandainya... kau menerima-NYA dan berubah
Meledak-ledak sukma dalam suka
Seandainya... kau buka celah bagiku dan dirimu sendiri tuk mengenal dan memahami yang kau rasa
Puaslah jiwa dibuai-buai cinta
Seandainya... kau tebar seuntai senyum bersahabat
Bergetar, berkobar api semangat

Egoiskah cintaku?
Mengganggukah mimpiku?
Salahkah harapku?
Sia-siakah tangisku?

Tanya demi tanya tak bergema lama
IA telah bersuara melalui sang HAMBA
Membawa jawaban, mengalirkan peneguhan
”Ku tahu sekarang bahwa DIA turut bekerja tuk bawa kebaikan.”

Terima kasih untuk satu lagi transformasi
Terima kasih untuk satu sisipan security
Kan kubawa pulang...
Kubungkus dengan harap
Kubawa serta dalam doa
Kupelihara lewat visi
Bahwa seandainya... cita-cinta bagai tak terbalas, tak tergapai
Ku tetap kokoh dan melaju tiada ragu

Mengenang Haggai Institute (28 Mei 2010), Are Seminar
Bible Mandate by Marojahan Sijabat

Rabu, 25 November 2009

Ketika Ku Ingin Menggandeng Tanganmu dan Merasa Ingin Kau Peluk


Empat huruf yang dipakai TUAN ‘tuk menghadirkan Veronika
P A P A... tentu saja!
Namun, yang dimaksud kali ini adalah M A M A
Hati ini begitu melekat padanya
Bagaimana tidak, 9 bulan ada di dalam dirinya
Menyatu jantung ini dengan jantungnya
Nafas ini dengan nafasnya

7 tahun terakhir kumelepas tangannya, pelukannya, cium sayangnya
Dengan semboyan, "Dekat di hati, walau jauh di mata."
Mengepakkan sayap, meninggalkan naungan yang kusebut KELUARGA
Demi sebuah "tujuan mulia"
Diriku bertumbuh menjadi WANITA sekaligus HAMBA

MAMA... kasihmu tak kan pernah kulupa
Dari tangan dingin dan ketulusanmu MAMA (+ PAPA tentunya)...
Muncul seorang manusia dengan sejuta mimpi dan harapan yang membara
Terima kasih untuk semua jasa
Untuk itu, kini kupanjatkan sebuah DOA
Mohon SANG TUAN mendegarnya,
Mengijinkan HAMBA untuk menjadi bahagianya
Semasih ada nafas dan usia
Penuhi kami dengan cinta
Bukan hanya untuk dinikmati dalam kencan berdua
Namun, untuk dibagikan kepada mereka yang tak merasakan kasih seorang mama

Ketika ku ingin menggadeng tanganmu dan merasa ingin kau peluk, wahai MAMA...
Biarlah kumenggadeng tangan dan memeluk "mereka"

Jumat, 30 Oktober 2009

It’s just because I’ve been too hard to my self


Kamis, 29 Oktober 2009, setengah jam menuju tengah malam
Tulang-tulangku yang lunglai terus memberi alarm
Tanda energi yang mendekati empty telah menuntut mata untuk segera terpejam
Namun demikian, tubuh ini lambat berespons dan tetap terdiam
Terduduk di pembaringan, sendiri di tengah cahaya temaram
Lagi-lagi memori memutar kenangan seputar aku dan masa silam

Peristiwa empat setengah jam yang lalu menjadi pemicu
Sebab bayang-bayangnya tak pernah lepas dari kalbu
Di satu dimensi ruang dan waktu itu,
Kusaksikan tunas-tunas muda yang kurindu
Duduk dengan tangan dan hati terbuka siap dijadikan baru
DIA yang KUASA memakai “hamba-NYA” menebar haru
Menyatakan bahwa tak seorang pun dari para ABG itu dibiarkan berlalu
Tanpa mengenal dan merasakan kasih kekal BAPA sekaligus GURU

Siapakah aku, kini kubertanya
Aku sebagaimana aku ada. . .
Diijinkan menjadi sebagian kecil dari pekerjaan ajaib-NYA
Dipersilahkan mengajar biji mata-NYA untuk berpikiran terbuka
Sementara diriku sendiri sedang berjuang, berproses, bekerja
Mencapai kesejatian arti menjadi dewasa

Lamban menjadi dewasa di usia kepala tiga? Apa kata dunia?
Di ujung 32 menuju 33 mungkin akan membuat “mereka” tertawa
Bukan salah orang tua, bukan salah siapa-siapa
It’s just because I’ve been too hard to my self, kuberkata
Belakangan ini ku disadarkan oleh “sesosok istimewa
Bahwa telah kuletakkan pada diri sendiri sejumlah beban yang sia-sia
Hingga tertahan langkahku tuk menangkap passion-NYA

Siapakah aku, kubertanya tuk kedua kalinya
Aku yang tak sempurna. . .
Diperbolehkan memeluk kesayangan RAJA
Kala diriku sendiri sedang rindu bukan pada KASIH yang utama dan terutama
Diundang menaikkan gita dan doa, memberkati para sobat muda BAPA
Sedangkan mata dan hati ini tak sepenuhnya tertuju pada-NYA

Kuasa-NYA memudar, terpinggirkan oleh ragu
Dihadang tantangan sebagai orang asing di tempat baru
Ku malah memandang “model demi model” dan terpaku
Segera menuntut diri untuk menjadi sama seperti itu
Sambil berteriak: “Ku tak patut menjadi guru!”
Bukan tanda DIA tak mampu membantu,
Bukan pula idealismenya yang keliru. . .
It’s just because I’ve been too hard to my self, kataku
Ayo letakkan, jalani, dan maju!

Siapakah aku, lagi-lagi kubertanya
Aku yang lemah dan tak berdaya. . .
Dibiarkan menatap lelehan air mata mereka,
Mendengar erangan tangis yang terlepas karena hati dijamah KARUNIA
Padahal air mataku sendiri tengah berurai di pelupuk mata
Merindu peneguhan demi peneguhan hingga jeritku tertahan di dada
Sungguh menyesakkan tiada tara

Di titik ini kutersadar, dikejutkan oleh sepi nan pilu
Siapa kan menggandeng tanganku?
Siapa kan menangis bersamaku?
Siapa kan mengerti deritaku?
Siapa kan mengulurkan tangan memelukku?
Siapa kan memberi kehangatan pada batinku?
Lelah dan sungguh-sungguh rindu kedatangan TUANku
Bukan Sang MEMPELAI tak besertaku. . .
It’s just because I’ve been too hard to my self, ujarku
Ayo melangkah satu demi satu, buanglah takut dan ragu, jadilah guru!

Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku (Mazmur 73:23).

Jumat, 11 September 2009

It's just Me and The Community I call "My Beloved"


Suatu ketika... tak berkedip ku berkaca
Inikah yang disebut sebagai "aku," seorang manusia?
Angan pun melayang menampilkan seraut rupa
Diriku sendiri dalam satu dimensi yang berbeda

Bayi kecil bermata bulat nan lucu itu
Waktu demi waktu meninggalkan masa lalu
Menatap hari demi hari baru
Hingga menjelma menjadi wanita dewasa yang jauh dari kesan lugu

Tak pernah terpikirkan dengan serius sebelumnya
Terjadinya aku sebagaimana aku ada
Betapa unik dan berbeda,
Tak sempurna, namun indah andanya

Hanya saja... diriku dulu tak begini
Garis-garis wajah ini semakin menegas kini
Digodok, diasah, disakiti...
Oleh gejala-gejala yang disebut hidup seorang pribadi

Oh, sang waktu...
Tanpa kenal lelah engkau melaju, memburu, berlalu
Dalam proses ku berjuang mengejarmu
Jungkir-balik, pontang-panting, kalang-kabut sebelum ku kenal Tuanku

Keringat, darah, dan air mata bercucuran
Ternoda oleh dosa, kesalahan, dan kegagalan
Terkoyak oleh kehilangan demi kehilangan
Terluka oleh kepahitan demi kepahitan

Memoriku menjahit satu demi satu kenangan pedih itu
Jika masih selalu ada senyuman mengembang di bibirku,
Semata-mata hanya karena Tuanku
Yang telah mengisi hidup dengan sesuatu

Untuk tiap tetesan air mata dirajut-Nya benang karunia
Untuk tiap suka direnda-Nya waspada
Untuk tiap sepi dipulas-Nya warna-warni cinta
Untuk tiap peristiwa diutus-Nya duta-duta

Terima kasih selaksa...
Untuk Sang Sumber karunia demi karunia
Untuk sepasang manusia yang melaluinya aku ada
Untuk saudara yang bersamanya aku ditempa
Untuk seseorang yang tanpa sadar memperkenalkan arti cinta, romantika remaja
Untuk sahabat yang menjadi tempat berbagi segalanya
Untuk sokoguru yang karenanya aku menjadi dewasa
Untuk sosok-sosok tak dikenal yang turut memberi rasa

Permohonan maaf sepenuh jiwa...
Untuk siapa saja yang olehku telah terluka
Sengaja atau tiada
Kiranya semuanya dibalut, dipulihkan, dan diganti dengan yang terbaik adanya

(Didedikasikan untuk semua yg terhisap dalam Community I call my beloved. Bukan kata-kata terakhir sebelum berpulang, mengumbar romantisme, atau sedang mellow. Hanya saja waktu hidup yang begitu singkat ini mendesakku untuk mengungkapnya dalam keterbatasan media, kata, dan bahasa. Selagi ada waktu dan kesempatan, ku ingin menyatakan betapa berartinya hidup ini bersama kalian. Lapisan demi lapisan pertahanan diriku telah roboh, satu saja yang tersisa. Mulai detik ini kan kucoba untuk meruntuhkannya.





Senin, 09 Februari 2009

FILL (Fire in Lasting Love): Sebuah Kenangan akan CHAOS (CHrist is the Answer fOr Salvation) 070209

Tak pernah kutahu sebelumnya
Bahwa hidup ini bisa terasa begitu indah
Sejak kutemukan Yesus
Yang menjadi satu-satunya Jawaban
Kala kucari cinta sejati

Kehidupan kini bukan lagi bayangan
Yang berjalan sambil mengeluhkan waktunya
Karena kupasti dapat nikmati
Tiap tetesan air mata ataupun goresan bahagia
Hingga kubebas mencintai dan dicintai

Wahai sobat mudaku,
Hidup bersama Dia bagai membuka sebuah lembaran baru
Yang harus selalu diisi dengan kobaran kasih abadi
Agar kita makin indah di hadapan-Nya

Selasa, 16 Desember 2008

My Dream: God's Desire 4 Youth in Me


Tuan Pemilik hidupku,

Apakah yang sesungguhnya sedang bergelora dalam dada ini?

Bermula dari sebuah gulungan ombak kecil,

Kini semakin bergemuruh seiring bertambahnya usiaku.

Dengan sadar aku mencoba mengikuti getaran itu,

Tanpa kepastian yang jelas benarkah jalur yang telah ditempuh,

Tanpa keyakinan penuh sanggupkah pribadi lemah ini menapakinya.

Hanya diterangi desakan hati yang kupercaya berasal dari denyut jantung Tuanku,

Yang begitu mengasihi hijaunya darah-darah muda,

Yang sangat merindukan tunas-tunas generasi bersedia kembali pada-Nya,

Yang rela mengoyak segenap keberadaan-Nya demi memindahkan produk-produk yang mewarisi kejahatan dari nyala kengerian pada cahaya kemuliaan,

Yang dengan rendah hati bersedia meletakkan energi-energi labil dalam agenda-Nya,

Yang bersedia memakai tulang-tulang punggung peradaban untuk menopang ciptaan-Nya yang lunglai karena beban kecemaran,

Yang tak pernah lelah menanti bintang-bintang redup itu siap memancarkan binar-binar cinta-Nya di kegelapan dunia;

Kaki ini pun melangkah keluar dari kotaknya menjemput masa depan.

Beranikah?

Nekatkah?

Membabi-butakah?

Emosi sesaatkah?

Sekedar ambisikah?

Who knows?

Let God be God and let me be the best me 4 Him!

And we know that in all things God works 4 the good of those who love Him, who have been called according 2 His purpose (Rome 8:28).